
ha..ha..
what is the most fearful in this world? apa artinya merdeka kalo kita sendiri masih belum ‘merdeka’? merdeka berarti keberanian untuk memilih.
Posted in ayah.com
trus suatu saat (entah kapan) saya menapakkan kaki keluar dari ruang kantor dan saya gak punya internet connection saya akan berhenti neblog lagi.. ke warnet hanya untuk negblog juga males.. aslinya memang saya males
setahun lebih g a ngeblog karena sibuk pastinya.. sibuk apa aja saya? ngumpulin duit? engga juga
sibuk karena hal super penting penting dalam hidup saya: noor aisha laksmi avatari, yang hari sabtu tgl 19 bulan kemaren berulang tahun yang kedua dan mulai tanggal 14-nya sudah sekolah play group di blok belakang rumah kontrakan…
hmmm.. apalagi banyak sih yg mau diceritakan: saya punya kamera saku digital sendiri, tapi passion buat foto-fotonya kok engga kaya dulu ya.. pengennya sih punya DSLR Nikon D70 atau D80 gitu..
mimpi kaleee… kata istriku dengan semangat 45..
wis itu dulu.. cerita lainnya kalo sempat
Posted in ayah.com
Lagunya orang menikah. Orang lagi pacaran. Looks simple but so deep. OST-nya Wedding Planner 2. Dinyanyiin Adam Sandler. Untuk Istriku. Ibu dari anak-anakku.
I Wanna Grow Old With You
I wanna make you smile,
Whenever you’re sad.
Carry you around when your arthritis is bad.
All I wanna do, Is grow old with you
I’ll get you medicine,
When your tummy aches.
Build you a fire if the furnace breaks.
It would be so nice,
Growin’ old with you
I’ll miss you, kiss you
Give you my coat when you are cold.
Need you, feed you.
I’ll even let you hold the remote control
So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed when you’ve had too much to drink
Oh I could be the man,
Who grows old with you
I wanna grow old with you.
Note: yg mo mp3-nya bisa japri via imel
Posted in IDEA
Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa. Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan, sama saja. – ws rendra-
Seorang teman perempuan pernah menangis gara-gara ramalan. Gurat-gurat tangan kirinya ternyata mensinyalkan masa depan yang suram. Garis jodoh, rejeki dan umurnya tak bagus, ujar teman yang meramal. Siapa yang tak miris, jika diramal tak punya jodoh seumur hidup. Rejeki pun seret dan usia yang tak panjang.
Iseng, saat jalan sama anak-anak canopy hunting foto dan nyari bahan untuk features, saya pernah mencoba meramal diri sendiri. Di Gunung Kawi, 40 kilometer arah selatan Malang yang konon sangat popular sebagai tempat mencari ‘pesugihan’. Kabarnya, cuma butuh semalam menjadi orang kaya raya. Caranya mudah, cukup duduk bersila semalaman dibawah pohon dewandaru – pohon para dewa, kata mitos setempat – dan berharaplah sehelai daun dewandaru jatuh mengenai anda maka rejeki berlipat-lipat sudah menanti. Itu Mitos. Believe it or not? Buktikan sendiri.
Soal iseng meramal tadi, saya masuk ke sebuah klenteng, sekitar 200 meter dari puncak Gunung Kawi, yang didalamnya terdapat batang-batang lilin seukuran manusia dewasa dan menyala terus selama berbulan-bulan. Bapak tua penjaga klenteng menawarkan ramalan. Cukup bayar 500 perak dan ambil bumbung ramalannya. Sebuah bumbung berisi sekitar 20-an batang bambu, mirip sumpit, dan diberi nomor.
Saya coba sekali. Bumbung digoyang naik turun sampai salah satu stik bambu terlempar ke lantai. Bergegas saya pungut dan mencocokkanya dengan ‘buku pintar’ pak tua. Ahai, Anda belum beruntung! Ramalan saya jelek: hidup sengsara dan rejeki seret. Penasaran, saya coba lagi sampai 9 kali baru dapat nomor ‘cantik’. Bayangkan, jika satu ramalan berlaku untuk satu kehidupan maka baru di kehidupan ke sembilan saya baru bisa hidup bahagia sejahtera. Uughhhh…! Alih-alih menghibur diri, saya berkata dalam hati: Cuma ramalan, tenang bos! Ya. Cuma ramalan!
Dan saat malam imlek yang hujan kemaren , kembali saya berpikir soal ramalan. Terutama soal rejeki dan peruntungan di tahun babi ini. Seorang teman, yang memang ‘keturunan’ asli, mengeluhkan hokinya bakal jelek tahun ini. Shio Ayam-nya tak cocok dengan karakter babi. Artinya klien berkurang dan omzet pun tak begitu menjanjikan. Bagaimana dengan saya yang ber-shio Kelinci? Akankah saya beruntung di tahun ini dan buaaanyak rejekinya? Saya sih berharap demikian. Semua orang juga. Tanpa peduli tahun ini tahun babi, kuda, naga atau pun dinosaurus :p Bagi saya, shio doesn’t matter. Diberi rejeki banyak ya disyukuri. Diberi sedikit ya disyukuri. Namanya rejeki toh bukanlah mata uang. Tuhan pun tak mempaketkan rejeki kita dalam bentuk rupiah atau dollar. Dan jika, hidup ini bukanlah sebuah pesta yang kita angankan, but while we’re here, we should dance, kan? Tetap semangat, bok!
Saya, pada akhirnya lebih meyakini bahwa hidup ini adalah sebuah misteri. Bukan miss universe yang cantik, lho. Tapi misteri yang indah nan unik. Life is beautiful. Adakah yang lebih besar kehidupan itu sendiri? Is there anything bigger? Akankah hidup ini begitu berwarna-warni dan mengejutkan jika kita bisa membaca masa depan. Weruh sak durunging winarah – mengetahui sebelum terjadi.
Posted in IDEA