tak ada hujan yang abadi
ia datang
sekejap
hanya untuk jatuh di bangku taman itu
meletakkan selembar kangen
— gw tulis 4 taun yg lalu, gw nemu di folder gw yang terselip diantara ribuan folder —
tak ada hujan yang abadi
ia datang
sekejap
hanya untuk jatuh di bangku taman itu
meletakkan selembar kangen
— gw tulis 4 taun yg lalu, gw nemu di folder gw yang terselip diantara ribuan folder —
Posted in IDEA
Hari minggu memang asiiik. Ayah off seharian, jadi aku bisa nempel teroooooossssss! Biasanya hari minggu aku, ayah dan ibuk nyantai (ato males-malesan ya..) menghabiskan waktu di depan TV. Jangan salah..TVnya mati, aku ga boleh nonton TV sama ibuk sampai umurku 12.
Ayah menyebut kegiatan hari minggu itu dengan ‘gluntung-gluntung’. Enak lho geluntungan sama ayah ibuk.
Eh..tapi hari minggu kemarin aku agak sibuk. Diajak ayah ibuk belanja trus jalan-jalan. Capeknya…, aku naik kuda-kudaan, jerapah, panda, sama mobilan di pegangin ibuk. Waaaaaahhhh asik!! Tapi punggungku jadi pegel-pegel, sepanjang malam aku minta di pijit ibuk.
Paginya suhu badanku naik, efek dari kecapekan. Rencanaku hari ini; sleepin’ all day long. I think that’s very good plan.
Minggu depan ngapain ya..? Di rumah aja ya Bu’, gluntung-gluntung bertiga, lagian kan tanggal tua. Yang penting bisa nempel ayah seharian..siiiip!!
Ngomong-ngomong di rumah sepi, Lik Man pulang ke rumah eyang. Kapan balik ya?
Bobo’ ah…ngantuuuuk. Ibuk lagi dengerin Joan Baez ‘Blowing in the Wind’. Aku jadi sliut-sliut.
Posted in IDEA
mari kita bicara hujan. hujan yang melodik. purple rain. hujan yang berjingkatan di daunan. hujan yang redup. hujan yang di gambar postcard. hujan yang alit. hujan di kaca jendela. hujan yang menerawang. hujan yang berterbangan perlahan di batang-batang pinus. dan peri-peri kecil hilir mudik membawa sejumput kangen. hujan yang liris. hujan yang kabut kapas. hujan yang rautmu. hujan jam 2.36 siang.
Posted in IDEA
‘Ibuk, Ava nyuwun susu’. Wah kalo aku ngomong gitu pasti ibuk lompat-lompat kegirangan (kadang-kadang ibuk emang gitu, mode hysteria-nya suka on). Maunya sih ibuk kasih aku susu formula, tapi susahnya.
Ayah sama ibuk mati-matian, ga sampai berdarah-darah sih, berusaha biar aku mau minum susu formula. Awalnya dicampur bubur saring, tapi kulit mukaku di sekitar mulut jadi kemerahan n’ bentol-bentol.
Ibuk coba pake botol, botol dibersihkan, disterilkan…wah ibuk optimis aku bakalan suka. Kugigit-gigit nipple karetnya, enak! trus keluar air susunya ‘wweeeaaakhhhh’ kusemburkan bbbrrrrr. Rasanya aneh. Ibuk bilang ‘dikenyot dek Ava, kayak kalo nenen ibuk’. Kugigit-gigit lagi dan kusembur-sembur lagi begitu seterusnya. Puuuffff, ibuk garuk-garuk kepala bingung.
Ayah pulang dari kantor, ibuk briefing soal aku, termasuk soal botol susu. Ayah punya cara ‘Buk, botolnya dikasih pas Ava ngantuk berat’. Wah ayah…aku kan dah apal mana nenen mana dot.
Ayah beliin dot baru yang nipplenya gèpèng. Kugigit-gigit lagi dan kusembur-sembur lagi. Dot kutarik keluar, kuberi ayah dan ibuk senyum lebar-lebar. Tangan ayah pegang kepala n geleng-geleng (gaya srimulat), ibuk cemberut ‘susahnya ngedot….’
Posted in Uncategorized
Posted in Uncategorized